bagaimana jika aku telakhir sebagai seorang non Muslim?

Aku pernah merenung. Bagaimana jadinya aku jika terlahir dari rahim non-muslim. Dibesarkan dan didik dalam lingkungan tidak berislam. Apakah aku dapat merasakan indahnya dan nikmatnya iman?


Aku sadar dan aku akui. Meski aku telah berikrar kepada Sang Pencipta saat ruh ditiup ke dalam raga. Bahwa aku bersaksi tiada Tuhan selainNya. Serta Ia telah mengutus manusia mulia bernama Muhammad untuk membawa risalahNya. Namun aku sering lalai dan lupa, akan kewajibanku sebagai hambaNya. Senantiasa Alpa dalam beribadah kepadaNya dan berkeluh kesah setiap kali menghindari laranganNya. Setan nampaknya lebih kuasa atas pikiran dan raga.


QS As Syams : 8-9-10.


فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Maka Allah mengilhami jiwa manusia kefasikan dan ketaqwaan. Sesungguhnya beruntunglah yang menyucikan jiwanya dan sesungguhnya merugilah yang mengotorinya.


Walaupun secara naluriah manusia mempercayai Keesaan Allah, namun untuk memunculkannya ke permukaan dan secara aktual, dibutuhkan upaya penyuciaan jiwa, karena dalam saat yang sama Allah menganugerahkan manusia potensi positif dan negatif.



Islam Bukan Hanya Identitas, Tapi Tujuan Perjalanan


Mungkin memang kita terlahir muslim tapi belum tentu secara keyakinan dan perjalanan batin. Islam bukan sekadar label yang melekat sejak lahir, tapi arah hidup yang harus terus dipilih dan diperjuangkan setiap hari.

Contohnya ada orang yang memakai nama Islam, tapi tidak pernah salat. Ada yang berpuasa Ramadan, tapi tidak paham kenapa ia melakukannya. Ada yang hafal ayat-ayat, tapi tidak pernah merasa dekat dengan Allah.


Sementara itu, orang yang baru masuk Islam setelah pencarian panjang. Menjaga salat seperti menjaga jiwanya. Membaca Al-Qur'an dengan penuh kerinduan. Merasa tak pantas, tapi justru semakin rendah hati di hadapan Allah.

 

“Aku Muslim sejak lahir. Tapi apakah aku pernah memilih untuk menjadi Muslim?

Apakah aku menjalani Islam sebagai arah hidup, atau hanya warisan yang kuterima tanpa kutanya?”



MENJADI MUSLIM ITU MENCARI, BUKAN DIAM


Menjadi Muslim itu bukan titik akhir. Itu justru awal dari perjalanan pencarian sejati. Sayangnya, banyak dari kita berhenti bertanya, berhenti belajar, berhenti mendekat. Seolah-olah sudah cukup hanya karena “aku sudah Islam.” Bandingkan dengan mereka yang menemukan Islam. Mereka bertanya, membaca, berdiskusi, merenung, dan menangis ketika pertama kali sujud. Mereka menjalani Islam dengan rasa ingin tahu, haus akan kebenaran, dan cinta yang tumbuh karena perjalanan. Kita yang lahir dalam Islam perlu meniru semangat pencarian mereka, agar iman kita tidak beku dan mati rasa.


Jadilah Muslim yang aktif bertanya: Siapa Allah dalam hidupku? Sudahkah aku mengenal-Nya? Apa makna salatku?Jadilah Muslim yang terus mencari kedekatan, ilmu, dan makna—karena itulah ruh Islam yang sejati.
“Islam bukan titik akhir perjalananku. Ia adalah jalan yang membimbing langkah-langkahku. Hari ini, aku ingin berjalan lagi—bukan sebagai Muslim yang pasif, tapi sebagai hamba yang terus mencari Allah.”

Jadi ada 2 tugas pentiung kita yaitu menjalankan amalan dengan mindfull, paham semua isi dan maknanya. Kedua yang terpenting yaitu  mencari cinta dan ridhonya Allah


MENCINTAI ALLAH
salah satu cara mencari Allah adalah dengan mencintainya, bagaimana cara mencintaiNya?

QS Al- Baqarah : 222.

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.

Jadi kita harus apa ? Rajin istighfar dan menghindarkan diri dari maksiat supaya mendapat cinta Allah. 

Ada satu waktu bernama sahar waktu untuk kita rajin istighfar yaitu saat sebelum subuh tiba 5-10 menit usahakan terus beristighfar sampai saat kita reflek keluar dari lisan disetiap kegiatan dan nanti akhirnya tanpa sadar adanya penjagaan dari Allah terhadap maksiat.
Mata ga mau liat selain yang baik, mulut gamau bicara selain yang baik, kaki ga mau diajak jalan selain kecuali ke tempat yang baik. Kalo udah sampe kondisi itu, tandanya Allah sedang mencintai kita, karena ciri pertama Allah sayang kita, adalah menjaga kita dari perbuatan maksiat

QS Al  Imran : 31.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Allah cinta kita bukan dari harta atau kedudukan tapi dari mengahapuskan dosa dan menjaganya dari perbuatan maksiat, maka istighfar dan nikmati setiap amalan yang kita perbuat.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

GYMUN ABAL"?!

"THIS IS MY LITTLE SISTER"

"nanti masih tetep pake kerudung gak?"